Ia dan masa lalu yang bukan miliknya

Langit kelabu.
Warna abu-abu seakan mengelilinginya.
Ia paksakan tak menitikkan air mata.

Setiap manusia memiliki masa lalu.
Masa yang bahagia, haru biru bahkan sendu.
Ada yang menyimpannya, berusaha melupakannya, atau kembali mengenangnya bila ada waktu.
Tapi masa itu tak pernah berlalu, akan terus hidup bersamamu, mungkin membentukmu, bahkan bisa jadi justru menghancurkanmu.

Maka jangan berdiam di masa lalu, lihatlah apa yang kini telah dikaruniakan Sang Pencipta untukmu
.
Ingin ia mampu berkata pada seseorang seperti itu, namun nyatanya ia hanya bisa berkata dalam hati yang kelabu.

Ia juga memiliki masa lalu.
Ia juga memahami bahwa seseorang pun memilikinya, sebuah masa lalu.
Tapi salahkah bila ia hanya ingin menjadi bagian saat ini, ingin menjadi yang kini.
Dan ketika masa lalu yang bukan miliknya itu hadir tetiba bagai hantu, lidahnya kelu.
Menerjemahkan ini semua ia tak mampu, mungkin bahkan tak mau.

Langit kelabu.
Warna abu-abu seakan mengelilinginya.
Tanpa dipaksa ia meneteskan air mata..

Some memories never leaves your bones, like salt in the sea : they become part of you
– and you carry them  [ paper wings ]

*and she’s carrying them, not her memories but other`s..