S o l i t u d e

Pada suatu kala, saat senja tiba,
ada yang hadir tanpa diminta.

Entah sebentuk rindu,
atau
sekedar sekeping sepi yang jatuh menggema.

Disini aku,
sendiri
dihabisi bisingnya suara sunyi..

Advertisements

Tentang ia

Ia kehilangan daya
Bersusah payah menemukan cara
Pernah diam atau pura-pura tertawa
Lelah jiwanya tak ingin tampil di muka

Ia tak mampu merangkai rasa
Tak tahu juga bagaimana menemukan kata
Sementara antrian peristiwa terus memenuhi kepala
Hingga ia selalu bertanya, akankah nanti ada jeda ?

Ia sungguh mampu mengelabui
Dalam senyum manis ia bersembunyi
Melewati jalannya sendiri, dalam langkah sunyi
Bersama langit -biru atau kelabu- yang kadang ia tatapi

Ia hanya ingin bisa sejenak pergi
Hanya bercakap-cakap dengan hati
Atau berharap bisa berteriak sesekali
Atau mungkin cukup ditemani air mata hingga pagi..

Ia terus bertanya, kemana ini semua akan bermuara ?

Kisah tak sampai

Aku sudah membuatkanmu sebuah cerita, merangkai aksara menjadikannya kata-kata, berbaris-baris banyaknya
Menggambarkan kisah yang pernah ada, memberinya jiwa
Tapi entah dimana kamu berada, mungkinkah kamu akan membacanya?

Aku sudah menyiapkan cerita lagi, yang akan kutulis nanti
Nanti ketika jari jemariku ingin menari, mengisahkan segelas coklat panas dan secangkir kopi,
mengisahkan senja yang tak jingga warnanya, mengisahkan titik-titik air hujan pada kaca jendela

Harus bercerita apalagi aku?
Kini semua hanya tentang aku
Aku yang menunggu angin mengabarkan berita tentangmu
Tapi hingga kini tak kudengar bisikan sang bayu

Tak ingin lagi aku bercerita
Akan kurangkai semua rasa dalam larik-larik doa
Semoga mengangkasa hingga ke langit-Nya
Langit yang akan berwarna jingga bila senja tiba..

*coretan beberapa tahun lalu, dengan sedikit perubahan yang dirasa perlu

Sentimentally sensitive

Sensi, mudah menangis, cengeng. Begitu mungkin diterjemahkan secara gampangnya. Cengeng dalam KBBI diartikan sebagai : mudah menangis, mudah tersinggung (terharu dan sebagainya), lemah semangat.

Yang mana saya? Mungkin bisa mudah menangis, mudah terharu -tapi tidak mudah tersinggung- dan saya tidak mau mendefinisikannya dalam kategori lemah semangat (terdengarnya jelek nian dan semoga dijauhkan dari sifat demikian).

Apa yang ada di benak saya, sehingga mudah sekali berair mata? Entah. Bermacam-macam mungkin. Hal-hal sepele, bisa membuat bahagia, saya bersyukur, Allah karuniakan kenikmatan dalam kesederhanaan. Hal besar yang membahagiakan, saya terharu, Allah tetap melimpahkan kegembiraan, meski rasanya kualitas ibadah saya tak seberapa. Tapi tak hentinya saya diberi kebaikan-kebaikan oleh-Nya.

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (Qs. ar-Rahman : 13)

Tak usah ditanya untuk hal-hal yang menyedihkan hingga menggalaukan, pasti tak terhindarkan rasa sentimental yang berlebihan.
Dan hal-hal yang berlebihan tentu dilarang. Selain menghabiskan energi tidak jelas, juga akan mengganggu kesehatan jiwa (ini menurut saya). Hal itu yang terus saya ingatkan pada diri, tidak boleh berlebihan menerjemahkan perasaan. Ya meskipun untuk perempuan, akan ada masa dalam setiap bulannya, karena pengaruh hormonal –qaddarullah– dapat mempengaruhi emosi, alhamdulillah `ala kulli haal.

Kemudian untuk mencari tahu apa ini sesungguhnya yang saya rasa (seperti pernah saya sampaikan dalam tulisan terdahulu, bahwa dalam Islam semua dijelaskan, sebutlah apa saja, insyaa Allah ada jawaban/penjelasannya), saya membaca tulisan-tulisan dari beberapa sumber yang tentunya saya percaya. 

Maka kurang lebihnya -secara sangat ringkas- catatan bagi saya : obat dari semua itu adalah banyak mengingat Allah ;

”Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berdzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram”. (Qs. ar-Ra’du : 28)

Juga harus terus belajar untuk lebih banyak beristighfar ;

Ibnu Katsir -rahimahullah- berkata :
Barangsiapa yang menghiasi dirinya dengan amalan ini, yaitu memperbanyak istighfar,
maka Allah akan mempermudah rezekinya, memudahkan urusannya dan menjaga kekuatan jiwa dan raganya”
.

Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin”.
{ Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya }

I am ..

I am a tale, I am a book, written in different languages and styles

I can`t be read, can`t be understood,
neither by me nor the greatest of minds

I am too big, I am too small, to be processed or seen by the naked eye

I am too dim, I am too bright, to appear in the shadow or the sunshine

(Author : Sanober Khan)

** 

Duhai Rabb semesta raya, ..

atas segala rasa yang mengemuka tanpa aku minta, mohon ampuni hamba

atas semua cara menerjemahkan air mata hingga terlupa akan kasih sayang-Mu, mohon maafkan aku

atas segala nikmat yang Engkau karuniakan hingga detik ini dan tidak aku syukuri, hamba yang sombong ini mohon diampuni

“Ya Allah, ampunilah aku, karena dosa yang kulakukan dahulu dan yang kulakukan belakangan, dosa yang kusembunyikan dan yang kutampakkan, dosa dari perbuatanku yang melampaui batas dan dosa yang Engkau lebih tahu daripada diriku. Engkaulah dzat yang mendahulukan dan yang mengakhirkan, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau.”  { HR. Muslim No. 771 }

Teruntuk kawanku,..

Untuk seorang kawan, akan aku ringkaskan penggalan percakapan. Percakapan yang ada justru karena jauhnya jarak yang terciptakan, karena putaran bumi membuat waktu jadi perbedaan.

Akan aku sampaikan bahwa percakapan itu ternyata kumpulan kalimat-kalimat yang seru. Hingga ketika membaca lagi, aku jadi tertawa sendiri.

Untuk seorang kawan, akan aku sebutkan beberapa hal yang indah dalam percakapan itu. Ada awan, langit, senja..

Kawanku, pernah kutitipkan salam untuk langit di lain belahan bumi padamu, sudahkah engkau sampaikan?